Postingan

Luka

Semesta telah hilang dari radarnya Meninggalkan sejuta goresan disetiap sisi Begitu nikmat goresan yang membekas Hingga malaikatpun enggan menyentuhnya Menyatukan yang telah patah memang tak mudah Terbelah, hancur lalu merekatkannya kembali Apa yang dilakukan hanya akan memberi luka Lalu mengapa terlalu keras berusaha ? Jika tak ada satu tanganpun yang mau menggenggam Tawa dan tangis memberi warna di sudut perjalanan Terlampau dalam mengukir sebuah takdir Hingga terbentuklah tombak keraguan Antara melupakan atau bertahan dalam kelamnya malam

Di Belakangmu

Bukan ku tak ingin Namun hati tak mampu mengungkapkan Bukan ku menyerah Namun langkah kaki dibuai keraguan Jika saja hati ini tak pernah tersayat Jika saja roda waktu tak menggiring ke dalam jurang Siapa sangka luka berbekas dibuatnya Kepercayaan bahkan tak mampu untuk dilukiskan Bagai kaca yang tak mampu kembali Ketika sang pemilik mengabaikannya Retak, hancur ditelan kemarahan Terima kasih luka Setidaknya rasaku terungkapkan Oleh angin yang bertiup Dikala jingga mulai menyapa Diiringi tarian air yang jatuh Penanda seribu ungkapan tak berpendengar

MINE

Semesta telah hilang dari radarnya Meninggalkan sejuta goresan disetiap sisi Begitu nikmat goresan yang membekas Hingga malaikatpun enggan menyentuhnya Menyatukan yang telah patah memang tak mudah Terbelah, hancur lalu merekatkannya kembali Apa yang dilakukan hanya akan memberi luka Lalu mengapa terlalu keras berusaha ? Jika tak ada satu tanganpun yang mau menggenggam Tawa dan tangis memberi warna di sudut perjalanan Terlampau dalam mengukir sebuah takdir Hingga terbentuklah tombak keraguan Antara melupakan atau bertahan dalam kelamnya malam

Bukan untuk dibaca

Terlalu sibuk itu tidak baik..  Saat tenggelam didalamnya, Kau tak akan bisa keluar Saat mencoba meraih tangan seseorang Tapi ia mengabaikanmu Tak apa, aku tau bahwa aku bukan satu-satunya Aku di nomor seribukan itu sudah biasa Tak perlu kau merasa bersalah Aku saja yang tak bisa mendengarmu setiap saat Aku saja yang tak ada waktu  Aku saja yang tidak mampu lepas dari lilitan tugas Tenang saja Di depanmu aku akan baik-baik saja Namun entah dibelakangmu Ketika aku hancurpun akan ku usahakan  Untuk bisa tersenyum di depanmu Aku memang terlihat munafik Namun takkan ku biarkan kau mengerti isi hatiku Selagi kau masih bisa tersenyum, Aku akan tetap bahagia Meski diceritamu ataupun di sisimu tak ada aku

Kebodohan (1)

hai, selamat sore Tidakkah kau merindukanku?  Yah, dalam hal ini aku tak ingin memastikannya  Hmm.. aku memang  terlalu takut mendengar jawaban  Tapi ingin menanyakannya Bukankah kau tau aku tidak mengerti diriku sendiri? Aku tak paham apa arti meluangkan  Aku tak tau arti memahami aku tak mengerti arti selalu ada Bahkan mungkin aku tak mengerti dirimu yang sekarang Menanyakan sesuatu kepadamu mungkin juga percuma

Cinta diam- diam itu salah

Semakin ku coba menjauh, hatiku semakin dekat Walau ku coba memungkirinya, dirimu adalah kebenaran yang tak mampu ku abaikan Boleh aku jujur? Mencintamu diam-diam sungguh menyesakkan namun nikmat jika dirasakan Aku begitu lengah hingga rasa itu muncul tanpa sadar Semesta ku tak seharusnya begini Mereka tak boleh saling bertumbrukan Seribu pintu mulai ku pasang agar kau tak masuk begitu dalam Lagi-lagi kau mampu mendobraknya dengan mudah Layaknya pintu itu tak ku beri daun pintu dan tak ku pasang kuncinya Kalau begitu, bukankah aku yang benar-benar bodoh?

Untukmu Pesan yang Tak Sampai

Akankah ceritaku membuatmu mengerti? Bukan aku meminta kau selalu ada, keegoisanku yang mengendalikan pikiranku untuk tak merelakanmu. Ia selalu merengek meminta keadilan atas dirimu. Perhatian yang kau curahkan, cerita yang kau utarakan, bukankah itu milikku? Jika dia yang memahamimu, aku hanya dapat menghela nafas dan mencoba bertahan walau terasa sakit di dalam dada. Mungkin ini yang disebut dengan sakit tapi tidak berdarah. Kau tau, sesekali aku ingin melarikan diri ke tempat dimana tak adanya dirimu akan terasa begitu mudah. Namun aku salah, tak adanya dirimu membuat hidupku terasa abu-abu tak ada ketegasan di dalamnya. Jika kau mengira kau sebuah pelarianku, kau salah besar. kaulah tujuan utamaku. Bahkan jika itu mengganggumu aku akan memilih untuk meninggalkanmu. Aku tau aku pengecut, tak dapat berkata hanya dapat merasa.  Aku tak pernah membencimu. Di balik setiap perlakuanmu kepadaku aku selau ku lakukan adalah menyalahkan diriku  sendiri hingga pada akhirnya t...